Oleh: Fourzia Yunisa
Beberapa
waktu yang lalu tepatnya Juni 2013, saya diberi kesempatan untuk menginjakkan
kaki di benua Eropa tepatnya di sebuah sekolah di kota Gothenborg Swedia. Waktu itu di awal musim panas dengan
suhu sekitar 18 ⁰C. Beberapa hari lagi sekolah akan segera libur musim panas. Pagi itu cuaca cerah dan aktivitas sekolah banyak dilakukan di luar
ruangan. Sekolah mulai jam delapan dan berakhir jam satu siang. Setelah istirahat
dan makan siang maka sekolah melakukan program yang namanya “Leisure Time”.
Leisure time sendiri merupakan aktivitas yang dilakukan bersama guru yang sifatnya
pilihan. Artinya, siswa boleh mengikuti aktivitas tersebut atau melakukan
aktivitas lain di siang itu sebelum orang tua mereka menjemput .
Aktivitas
leisure time hari itu permainan lapangan yang dimana siswa dibagi menjadi dua
tim. Guru menentukan siapa di kelompok mana. Yang menarik perhatian kami waktu
itu adalah ada anak yang meminta untuk bergabung di kelompok yang dia inginkan
tapi guru tidak memperbolehkan. Dia harus patuh dengan pembagian kelompok yang
sudah ditentukan oleh guru pengampu aktivitas tersebut. Setelah selesai satu
babak maka guru akan mengatur ulang siswa dalam kelompok dan sekali lagi tidak
ada tawar menawar dalam anggota kelompok. Guru menentukan anggota tim tanpa ada
kompromi dengan siswa.
Tentu
saja kami penasaran kenapa guru melakukan hal tersebut kepada para anggota tim.
Maka dijelaskan lah kepada kami kenapa guru menentukan anggota tim dan ketat tidak boleh
ada tawar menawar. Alasan yang disampaikan gurunya waktu itu adalah karena
suatu saat nanti ketika mereka dewasa mereka akan bekerja sama dengan banyak
orang tidak hanya orang-orang yang mereka suka atau mereka pilih. Mereka harus
bisa bekerjasama dengan siapapun. Begitu juga ketika selesai satu babak maka anggota
kelompok mereka akan ditata ulang. Tujuan lain dari penataan ulang adalah agar
mereka tidak fanatik dengan kemenangan kelompok yang mungkin akan menimbulkan
konflik atau timbulnya kecenderungan pada kelompok tersebut.
Di
hari berikutnya, sekolah mengadakan acara ulang tahun. Kegiatan ini dilakukan
setiap tahun. Semacam pesta kebun dan ada kue ulang tahun. Nah apakah mereka
merayakan ulang tahun di sekolah? Mereka tidak diperbolehkan merayakan ulang
tahun di sekolah tetapi sekolah memfasilitasi ulang tahun bersama di satu
waktu. Ada snack, kue ulang tahun, hiburan dan permainan. Beberapa diantaranya
ada siswa yang agak lebih besar. Ternyata, mereka adalah alumni yang menjadi
volunteer di sekolah pada acara tersebut. Dari satu permainan, mereka belajar dan mengasah keterampilan sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar